Sunday, April 3, 2016

Review ulang analisis buku tentang sistem informasi manajemen (SIM), “prinsip-prinsip SIM” oleh GEORGE M.SCOTT, penerbit Rajawali pers


A.    Definisi Sistem Informasi Manajemen

Ada beberapa pengertian dari menurut para ahli tentang Sistem, Informasi, Manajemen, dan SIM (Sistem Informasi Manajemen).
“Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan , berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”.(Jogiyanto,2005,1).

“Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.(Jogiyanto,2005,2).

“Informasi diartikan sebagai data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya” .(Jogiyanto,2005; 8).

sistem informasi manajemen adalah Kumpulan dari manusia dan sumber daya modal di dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk mengahasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian’.(Jogiyanto,2005,14).

Menurut George M.Scott, dalam buku ‘Prinsip-prinsip SIM’ adalah :
‘Sistem Informasi Manajemen adalah serangkaian Sub-sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar criteria mutu yang telah ditetapkan’.

         Sistem informasi manajemen (manajement information system atau sering dikenal dengan singkatannya MIS) merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. SIM (sistem informasi manajemen) dapat didefenisikan sebagai kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menyediakan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian.

        Secara teori, komputer tidak harus digunakan didalam SIM, tetapi kenyataannya tidaklah mungkin SIM yang komplek dapat berfungsi tanpa melibatkan elemen komputer.Lebih lanjut, bahwa SIM selalu berhubungan dengan pengolahan informasi yang didasarkan pada komputer(computer-based information processing). SIM merupakan kumpulan dari sistem-sistem informasi. SIM tergantung dari besar kecilnya organisasi dapat terdiri dari sistem-sistem informasi sebagai berikut :
1.     Sistem informasi akuntansi (accounting information system),menyediakan informasi dari    transaksi keuangan.
2.    Sistem informasi pemasaran (marketing information system),menyediakan informasi
    untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan
    penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.
3.     Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information system).
4.     Sistem informasi personalia (personnel information systems)
5.     Sistem informasi distribusi (distribution information systems)
6.     Sistem informasi pembelian (purchasing information systems)
7.   Sistem informasi kekayaan (treasury information systems)
8.   Sistem informasi analisis kredit (credit analiysis information systems)
9.   Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development information systems)
10.   Sistem informasi teknik (engineering information systems)

Semua sistem-sistem informasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada semua tingkatan manajemen, yaitu manajemen tingkat bawah (lower level management),managemen tingkat menengah (middle level management) dan manajemen tingkat atas (top level management).
Top level management dengan executive management dapat terdiri dari direktur utama (president), direktur (vise-president) dan eksekutif lainnya di fungsi-fungsi pemasaran,
pembelian, teknik, produksi, keuangan dan akuntansi.
Sedangkan middle level management, dapat terdiri dari manajer-manajer devisi dan manajer-manajer cabang.

Lower level management disebut degan operating managementdapat meliputi mandor dan pengawas. Top level managementdisebut juga dengan strategic level, middle level managementdengan tactical level dan lower management dengan tehcnical level.



Konsep Dasar Informasi
Terdapat beberapa definisi, antara lain :
     1)     Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
     2)    Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.
     3)    Data organized to help choose some current or future action or nonaction to fullfill company goals (the choice is called business decision making).

B.     Evolusi/Perkembangan Konsep SIM
Gagasan sebuah sistem informasi untuk mendukung manajemen dan pengambilan keputusan telah ada sebelum dipakainya komputer, yang memperluas kemampuankeorganisasian untukmenerapkan sistem semacam itu. Perluasan kemampuan tersebut sedemikian menyolok sehingga SIM dianggap sesuatu yang baru karena baru kini dapat dipakai. Banyak dari gagasan yang merupakan bagian SIM berkembang/ berevolusi dari bagian ilmu pengetahuan lain. Ada empat bidang pokok konsep dan pengembangan sistem yang sangat penting dalam melacak asal mula konsep SIM: perakunan manajerial, ilmu pengetahuan manajemen, teori manajemen, dan pengolahan komputer.

1.     Perakunan Manajerial
Disini perlu dianggap bahwa bidang perakunan dibagi atas dua bidang pokok, yaitu perakunan keuangan dan perakunan manajerial. Perakunan keuangan (financial accounting) berhubungan dengan pengukuran pendapatan dalam suatu periode tertentu, misal dalam satu bulan atau satu tahun (laporan rugi-laba/income statement) dan melaporkan status keuangan pada akhir periode (neraca). Karena sebuah oraganisasi beroperasi secara terus menerus sepanjang waktu, pengukuran pendapatan untuk suatu jangka waktu tertentu meliputi pertanyaan-pertanyaan pengukuran penerimaan dalam suatu periode dan mengenali serta membandingkan biaya yang timbul untuk menghitung laba.

Sistem pelaporan untuk organisasi yang dikembangkan oleh perakunan manajerial pada umumnya mencerminkan gagasan perakunan tanggungjawab (responsibility accounting) dan perakunan mampulaba (profitability accounting). Laporan tersebut disusun untuk menunjukkan adanya penyimpangan dari rencana prestasi dan sebab-sebab penyimpangan tersebut.Analisis biaya dipakai dalam perakunan manajerial untuk menentukan biaya yang paling relevan dalam pengambilan keputusan. Biaya yang relevan ini dapat berupa biaya penuh(full cost), biaya langsung (direct cost), biaya marjinal (marginal cost), biaya penggantian (replacement cost), biaya keluangan (opportunity cost) atau lain-lainnya.

Perakunan manajerial juga menggunakan teknik keputusan yang berorientasi pada biaya seperti penganggaran modal, analisis impas dan penetapan harga transfer.Singkatnya, perakunan keuangan adalah sebuah sistem informasi dengan aturan dan pengolahan ke arah menyuguhkan informasi yang tepat bagi penanam modal dan pemberikredit. Perakunan manajerial adalah sebuah sistem informasi yang berorientasi pada manajemen intern serta pengendalian dan karenanya berhubungan erat dengan SIM.

2.     Ilmu Pengetahuan Manajemen
Ilmu manajemen atau penelitian operasional adalah penerapan metode ilmiah dan teknik-teknik analisis kuantitatif terhadap masalah manajemen. Beberapa di antara konsep-konsep pokoknya adalah:
      a.     Penekanan ancangan sistematis dalam pemecahan persoalan dan penerapan metode ilmiah pada penelitian.
       b.     Memakai model matematis dan prosedur matematis serta statistis dalam analisis.
       c.     Bertujuan mencari keputusan optimal atau kebijakan optimal.
Ilmu pengetahuan manajemen dalam penyelesaiannya cenderung memakai kriteria ekonomis atau teknik daripada kriteria perilaku, dengan penekanan metode teknis dalammemecahkan persoalan. Keberhasilan ilmu pengetahuan manajemen di dalam organisasi yang paling menyolok adalahpada persoalan operasional dan keputusan taktis. Misalnya manajemen sediaan barang (inventory management)telah mendapat perhatian besar, demikian pula penjadualan produksi, penentuan letak pabrik, penjaluran angkutan(transportation routing), dan analisis penanaman modal.

       a.     Beberapa teknik umum sehubungan dengan ilmu pengetahuan manajemen adalah:
       b.     Pemrograman linier (linear programming)
       c.     Pemrograman integer (integer programming)
       d.     Pemrograman dinamis (dynamic programming)
       e.     Teori pengantrian (queueing theory)
       f.     Teori permainan (game theory)
       g.     Teori keputusan (decision theory)
       h.     Simulasi (simulation)

Ilmu pengetahuan manajemen adalah sebuah perkembangan penting dalam sistem informasi manajemen berdasarkan komputer, karena ilmu pengetahuan manajemen telahmengembangkan prosedur-prosedur untuk analisis dan pemecahan berdasarkan komputer dalam banyak jenis persoalan keputusan. Ancangan sistematis dalam pemecahan persoalan, pemakaian model, teknik-teknik ilmu pengetahuan manajemen, dan algoritma pemecahan berdasarkan komputer umumnya digabungkan dalam rancangan SIM.

3.     Teori Manajemen
Dalam memahami evolusi konsep SIM, perkembangan terakhir dalam teori manajemen
cukup pesat. Bila dalam ilmu pengetahuan manajemen perkembangannya menekankan optimisasi sebagai tujuan, maka teori manajemen sekarang menekankan pemuasan danmempertimbangkan keterbatasan manusia dalam mencari pemecahan. Sejumlah periset manajemen telah memusatkan perhatian pada segi-segi keperilakuan dan motivasi padastruktur keorganisasian serta sistem dalam organisasi. Perkembangan dalam teori manajemen
ini penting untuk merancang SIM, karena membantu dalam memahami peranan sistem manusia/mesin serta bermanfaat untuk mengembangkan model-model keputusan.

4.     Pengolahan Komputer
Semula komputer tidak direncanakan untuk pengolahan informasi, tetapi kini terutama
justru diterapkan dalam bidang ini. Persyaratan teknis sebuah sistem informasi manajemen  berdasarkan komputer secara singkat, adalah:



C. SIM di Mata Pemakai

Kebanyakan pemakai sistem informasi manajemen berdasarkan komputer adalah sebagai berikut:
Petugas administrasi dapat merasakan bertambahnya kebutuhan akan masukan (input) pada  saat upaya SIM dimulai dan sebuah data base sedang disusun. Prosedur baru untukmengendalikan data akan ditetapkan. Proses administrasi akan berubah dengan memakai alat-alat online seperti unit peraga, alat pencetak, dan alat untuk memasukkan data. Para petugas di seluruh bagian organisasi akan diminta melaporkan informasi yang sebelumnya mereka simpan dalam arsip atau “catatan rahasia” mereka sendiri.

Para penyelia tingkat pertama akan membutuhkan lebih banyak masukan data tetapi akan merasakan peningkatan besar dalam pemerolehan informasi. Informasi keadaan juga akan dicapai secara jauh lebih mudah. Model-model keputusan dapat membantu perkiraan pertama dalam pemecahan persoalan misalnya penjadualan. Laporan cenderung menjadi lebih informatif dan cepat. Analisis dan laporan khusus lebih mudah diperoleh. Umpan balik berbagai prestasi menjadi lebih besar frekuensinya.

Staf ahli yang membantu manajemen tingkat lebih tinggi mendapat manfaat besar dari kemampuan SIM. Database diselidiki untuk kemungkinan sesuatu persoalan. Datanya dianalisis guna menemukan pemecahan yang mungkin. Model perencanaan dipakai untuk menghasilkan pendekatan pertama rencana yang akan diperiksa manajer. Model dasar tersebut memberikan cara-cara penelitian dan rancangan, sementara para staf ahli merumuskan data untuk kebutuhan manajerial.

Manajer pada semua tingkat mempunyai kemampuan baru untuk memperoleh informasi yang relevan dengan fungsi mereka. Untuk pengambilan keputusan, sistem tersebut dapat memberikan saran pemecahan yang optimal secara langsung atau dapat memberikan analisis manusia/mesin dan prosedur keputusan untuk membantu dalam mencapai sebuah keputusan yang baik. Sebagai contoh, seorang manajer untuk suatu sediaan barang akan memprogram pengambilan keputusan dalam banyak kasus, misalnya perihal jumlah pesanan. Dalam situasi rumit seperti pesanan sebuah tempat muatan kendaraan untukmencapai pembelian yang ekonomis, mungkin algoritma optimisasi tidak dipakai, tetapi sebuah prosedur keputusan diadakan untuk membantu manajer dalam mencapai sebuahpemecahan yang memuaskan. Perencanaan dibantu oleh model perencanaan disertai sebuah dialog manusia/mesin untuk mengadakan percobaan pemecahan.
Secara ringkas, pengolahan rutin paling sedikit terpengaruh oleh penerapan ancangan SIM. Petugas administrasi akan menyiapkan data yang kurang lebih sama, tetapi akan terdapat persyaratan data tambahan, dan semakin banyak alat onlie dipakai. Persyaratan data pada semua tingkat personalia akan berkembang, tetapi akan terjadi peningkatan tersedianyainformasi terbaru yang akurat. Laporan, jawaban atas permintaan informasi, analisis, perencanaan dan pengambilan keputusan akan mendapat pengolahan dan dukungan informasi lebih baik.

D. Konsep Pokok
Sebuah sistem informasi manajemen bukanlah sekedar suatu perkembangan teknologis.
SIM berhubungan dengan organisasi dan dengan manusia pengolahnya. Oleh sebab itu
pemahaman utuh terhadap sistem informasi keorganisasian berdasarkan komputer harus juga
termasuk memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan informasi, pemakaian
informasi, dan nilai informasi. Tanggapan berikut ini memperkenalkan konsep-konsep utama
secara singkat.

E. Pokok-pokok SIM
Sebuah sistem informasi manajemen mengandung elemen-elemen fisik sebagai berikut:
1. Perangkat keras komputer
2. Perangkat lunak
                  a. Perangkat lunak sistem umum
                  b. Perangkat lunak terapan umum
                  c. Program aplikasi
3. Database (data yang tersimpan dalam media penyimpanan komputer)
4. Prosedur
5.     Petugas Pengoperasian
Dalam hal penerapan, sebuah subsistem terapan yang lengkap terdiri dari:
Program untuk melaksanakan pengolahan computer Prosedur untuk membuat terapan menjadi operasional (formulir, petunjuk untuk operator, petunjuk untuk pemakai, dan seterusnya). Subsistem terapan dapat diuraikan dalam bentuk fungsi keorganisasian yang mendukung (pemasaran, produksi, dan sebagainya) atau dalam bentuk jenis kegiatan yang tengah dilaksanakan.

1)   Subsistem fungsi keorganisasian
Fungsi-fungsi keorganisasian agak terpisah dalam hal kegiatan dan ditentukan secara manajerial sebagai tanggung jawab sendiri-sendiri. Karena itu sebuah SIM dapat dipandangsebagai sebuah gabungan sistem-sistem informasi, sebuah sistem untuk setiap fungsi utama keorganisasian. Subsistem-subsistem akan berbeda pada organisasi satu dengan lainnya.Tetapi gagasan dasarnya tetap sama untuk mengenali fungsi-fungsi pokok atas mana subsistem dapat dirancang. Subsistem ini dapat pula dibagi menjadi beberapa subsistem yang lebih kecil.


2)   Subsistem Kegiatan
Satu ancangan lain untuk memahami struktur sebuah sistem informasi adalah dalam bentuk subsistem yang melaksanakan berbagai kegiatan. Beberapa subsistem kegiatan akanbermanfaat bagi lebih dari satu subsistem fungsi keorganisasian; sedangkan lainnya mungkin akan berguna untuk hanya satu fungsi. Contohsubsistem kegiatan pokok adalah:


F.   Kegunaan / Fungsi Sistem Informasi Manajemen
Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis. Sehingga SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa kegunaan/fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
1.     Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
2.     Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
3.     Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4.     Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
5.     Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
6.     Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
7.     Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
8.     Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
9.     Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
10.   Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.
11.   SIM untuk Pendukung Pengambilan Keputusan, model dari sistem dengan mana keputusan diambil, dapat tertutup atau terbuka. Sebuah sistem keputusan tertutup menganggap bahwa keputusan dipisah dari masukkan yang tidak diketahui dari lingkungan. Dalam sistem ini pengambil keputusan dianggap:
a.     Mengetahui semua perangkat alternatif dan semua akibat atau hasilnya masing-masing
b.     Memiliki metode (aturan, hubungan, dan sebagainya) yang memungkinkan dia membuat urutan kepentingan semua alternatif.
c.     Memilih alternatif yang memaksimalkan sesuatu, misalnya laba, volume penjualan, atau kegunaan.
12. SIM Berdasarkan Aktivitas/Kegiatan Manajemen
Kegiatan dan proses informasi untuk tiga tingkat adalah saling berhubungan. Contohnya pengendalian inventaris pada tingkatan operasional bergantung pada proses yang tepat dari transaksi; pada tingkat dari pengendalian manajemen, pembuatan keputusan tentang keamanan persediaan dan frekuensi memesan lagi bergantung pada pembetulan ringkasan dari hasil operasi-operasi; pada tingkat strategi, hasil dalam operasi-operasi dan pengendalian manajemen yang dihubungkan pada tujuan-tujuan strategi, saingan tindak tanduk dan sebagainya untuk mencapai strategi inventaris. Tampaknya terdapat kontras tajam antara ciri-ciri informasi untuk perencanaan pengendalian dan taktis berada di tengahnya. Tabel 6 menunjukkan perbedaan tujuh macam ciri. Dengan melihat perbedaan ini, sistem informasi untuk perencanaan strategik tidaklah identik dengan sistem informasi untuk pengendalian operasional.
13. Sistem Informasi Untuk Pengendalian Operasional
Pengendalian operasional adalah proses pemantapan agar kegiatan operasional dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian operasional menggunakan prosedur dan aturan keputusan yang sudah ditentukan lebih dahulu. Sebagian besar keputusan bisa diprogramkan.
Pendukung pemrosesan untuk pengendalian operasi terdiri dari :
a.     Proses transaksi
b.     Proses laporan
b.     Proses pemeriksaan


14. Sistem Informasi Untuk Pengendalian Manajemen

Informasi pengendalian manajemen diperlukan oleh manajer departemen untuk mengukur pekerjaan, memutuskan tindakan pengendalian, merumuskan aturan keputusan baru untuk diterapkan personalia operasional, dna mengalokasi sumber daya. Proses pengendalian manajemen memerlukan jenis informasi berikut :
1) Pekerjaan yang telah direncanakan (standar, ekspektasi, anggaran, dll)
2) Penyimpangan dari pekerjaan yang telah direncanakan
3) Sebab penyimpangan
4) Analisis keputusan atau arah tindakan yang mungkin
Database untuk pengendalian manajemen terdiri dari dua elemen utama : (1) database dari operasional, dan (2) rencana, anggaran, standar, dll yang mendefinisikan perkiraan tentang pelaksanaan, juga beberapa data eksternal seperti perbandingan industri dan indeks biaya. Proses untuk mendukung keputusan kegiatan pengendalian manajemen adalah sebagai Berikut :
1) Model perencanaan dan anggaran
2) Program-program laporan penyimpangan
3) Model-model analisis masalah
4) Model-model keputusan
5) Model-model pemeriksaan/pertanyaan

15. Sistem Informasi Untuk Perencanaan Strategis

Tujuan perencanaan strategis adalah untuk mengembangkan strategi dimana suatu organisasi akan mampu mencapai tujuannya. Horison waktu untuk perencanaan strategis cenderung lama, sehingga perubahan mendasar dalam organisasi bisa diadakan,
Aktifitas perencanaan strategis tidak harus terjadi dalam suatu siklus periode seperti kegiatan pengendalian manajemen. Kegiatan ini memang agak tidak teratur, meskipun beberapa perencanaan strategis bisa dijadwalkan ke dalam perencanaan tahunan dan siklus penganggaran. Beberapa jenis data yang berguna dalam perencanaan strategis menunjukkan ciri data :
a.     Prospek ekonomi bagi bidang kegiatan perusahaan dewasa ini.
b.     Lingkungan politik dewasa ini dan perkiraan masa mendatang
c.     Kemampuan dan prestasi organisasi menurut pasaran, negara, dan sebagainya (berdasarkan kebijakan dewasa ini).
d.    Proyeksi kemampuan dan prestasi masa mendatang menurut pasaran, negara, dan sebagainya (berdasarkan kebijakan dewasa ini).
e.     Prospek bagi industri di daerah lain.
f.     Kemampuan saingan dan saham pasar mereka.
g.     Peluang bagi karya usaha baru.

h.     Alternatif strategi.

Tuesday, March 22, 2016

Analisis Media


1.      Konsep Media
Istilah “media” merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang dapat diartikan sebagai alat, sarana komunikasi, perantara atau pengantar. Dengan kata lain, media adalah perantara sumber pesan dengan penerima pesan dalam menyampaikan pesan (message) dengan tujuan untuk menyebarkan informasi atau pesan itu sendiri kepada audiens.  Namun kini pengertian tentang media memiliki batasan yang ditentukan oleh banyak pakar:
Teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Jadi, media adalah perluasan dari guru (Schram, 1977). Sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual, termasuk teknologi  perangkat kerasnya (NEA, 1969). Alat untuk memberikan perangsang bagi audiens agar terjadi proses berpikir. Segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk proses penyaluran pesan (AECT, 1977).
Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan audiens.
Fungsi Media Komunikasi
Menyimak dari pengertian media komunikasi tersebut dapat kita jabarkan fungsi-fungsi media komunikasi, sebagai berikut:
a.                   Efisiensi penyebaran informasi Seiring perkembangan zaman, teknologi yang tersedia akan semakin canggih termasuk media komunikasi. Media-media komunikasi berteknologi canggih tersebut tentu membantu penyebaran informasi menjadi lebih efisien. Maksudnya, media komunikasi tersebut dapat membantu penghematan dari segi waktu, tenaga dan biaya. Contoh: Jika dua orang yang saling berjauhan dan tidak memungkinkan untuk melakukan pertemuan ingin berkomunikasi maka merekadapat melakukan komunikasi via telepon, SMS, MMS, E-mail dan sebagainya.  
b.                  Memperkuat eksistensi informasi Dengan memanfaatkan media komunikasi yang hi-tech maka informasi yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan akan lebih berkesan. Contoh: Seorang dosen yang menyampaikan materi dengan menggunakan Ms. Power Point dengan design menarik dan mudah dipahami akan lebih diingat oleh mahasiswanya daripada seorang dosen yang mengajar dengan tanpa bantuan media.
c.                   Mendidik/mengarahkan/persuasif Media komunikasi yang menarik tentu akan menyedot banyak perhatian dari audience. Maka dari itu media komunikasi hendaknya menampilkan sesuatu yang mendidik dan mengandung unsur ajakan atau persuasif.
d.                  Kontrol sosial Media komunikasi harus dapat berfungsi sebagai pengontrol kegiatan dan pengawas dalam kebijakan-kebijakan sosial. Misalnya, informasi yang disampaikan melalui televisi dan internet membahas mengenai dampak suatu kebijakan pemerintah. Harapannya melalui penyiaran informasi tersebut pemerintah dapat tanggap dan  bertindak cepat dalam mengatasinya.
Manfaat Media:
1.      Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistik
2.      Mampu mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera
3.      Memberi rangsangan seragam, pengalaman seragam dan persepsi seragam. 
2.            Etika
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.
Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Etika adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu: Susila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup yang lebih baik. Akhlak berarti moral, dan etika berarti ilmu akhlak.
Filsuf Aristoteles, dalam bukunya Etika Nikomacheia, menjelaskan tentang pembahasan Etika, sebagai berikut: Terminius Techicus, Pengertian etika dalam hal ini adalah, etika dipelajari untuk ilmu pengetahuan yang mempelajari masalah perbuatan atau tindakan manusia. Manner dan Custom, Membahas etika yang berkaitan dengan tata cara dan kebiasaan (adat) yang melekat dalam kodrat manusia yang terikat dengan pengertian “baik dan buruk” suatu tingkah laku atau perbuatan manusia.
3.            Public Sphere
Konsep ruang public biasanya digunakan untuk merujuk pada diskursus dan debat umum, dimana setiap individu bisa mendiskusikan isu-isu yang menjadi perhatian bersama. Ruang public biasanya dilawankan dengan wilayah pribadi dalam hubungan personal aktifitas ekonomi yang sudah swastawan. Salah satu yang paling penting dari ruang public ini dijelaskan oleh jurgen habermas dalam karya klasiknya the struktura; transformation of the public. Hebermas menelusuri perkembangan public dari masa yunani kuno sampau sekarang. Menurutnya dalam eropa abad ke-17 dan 18, muncul ruang public dalam jenis yang khusus. “Ruang public borjuis” ini berisi para individu yang berkumpul bersama ditempat umum.
Perkembangan ruang public borjuis ini mempunyai konsekuensi penting bagi bentuk kelembagaan Negara modem. Parlemen, yang sebelumnya disebut forum public menjadi tambah terbuka untuk diteliti cermat dan peran politik kebebasan berbicara formal diakui dalam suasana konstitusi banyak Negara modem. Tapi menurut habermas, sebgai jenis khusu wilayah umum, ruang public borjuis secara bertahap berkurang nilainya.
Argument habermas mengenai perubahan ruang public telah dikritik dngan dasar  sejarah (Calhoun 1992) dan mengenai relefansinya terhadap kondisi sosial politik dan politik abad ke-20 (Thompson 1991). Namun konsep ruang public tetap merupakan referensi penting bagi para pemikir yang perhatian pada perkembangan bentuk-bentuk organisasi politik yang bebas dari kekuasaan Negara. Konsep tersebut juga tetap fital bagi para teorisi yang concern dengan dampak media komunikasi dalam dunia modern. Konsep tersebut menekankan pentingnya argument dan debat terbuka sebgai alat membentuk opini public dan memecahkan isu-isu politik kontroversial.
4.      Civil society
 civil society sering disebut masyarakat warga, masyarakat kewargaan, masyarakat sipil, beradab, atau masyarakat berbudaya. Istilah civil society berasal dari bahasa latin, yaitu civitas dei atau kota Illahi. Asal kata civil adalah civilization (beradab). Civil society secara sederhana dapat diartikan sebagai masyarakat beradab.
Dalam pandangan Hegel, civil society adalah entitas yang memiliki ketergantungan pada negara. Sebagai misal negara harus mengawasi civil society dengan cara menyediakan perangkat hukum dan administrasi. Disamping itu, civil society menurut para tokoh juga berbeda-beda, seperti Hegel yang berpendapat bahwa entitas civil society mempunyai kecenderungan entropi atau melemahkan diri sendiri, oleh karena itu harus diawasi oleh negara. Pandangan Hegel yang agak pesimistik ini bertentangan dengan pandangan Karl Marx tentang civil society. Bahkan Karl Marx memposisikan civil society pada basic material dalam tautan produksi kapitalis. Oleh Marx, civil society dimaknai sebagai kelas borjuis yang menjadi tantangan baginya untuk membebaskan masyarakat dari berbagai penindasan, oleh karena itu civil society menurut dia harus dilenyapkan demi terwujudnya masyarakat tanpa kelas.
Tokoh lain adalah Gramsci. Dalam banyak hal pendapat Gramsci mirip pendapat Marx. Perbedaannya terletak pada memposisikan civil society bukan pada basic material tetapi pada tataran suprastruktur, sebagai wadah kompetisi untuk memperebutkan hegemoni kekuasaan. Peran civil society pada konteks yang demikian oleh Gramsci ditempatkan sebagai kekuatan untuk memperebutkan hegemoni kekuasaan. Pandangan Gramsci ini lebih bernuansa ideologis ketimbang pragmatik. Dalam perjalanan waktu, akhirnya konsep Gramsci ini dikembangkan oleh Habermas seorang tokoh madzab Frankfurt melalui konsep the free public sphere atau ruang publik yang bebas, di mana rakyat sebagai akses atas setiap kegiatan publik.
Pada tahap selanjutnya, konsep civil society dikaitkan dengan fenomena kemunculannya pasar ekonomi modern. Kemudian karakter ini dikembangkan dengan melibatkan aspek-aspek penyempurnaan moral dan budaya, perhatian terhadap pelaksanaan rule of law oleh pemerintahan, satu semangat publik, dan pembagian kerja (division of labor) yang kompleks sebagai bagian dari karakter utama  masyarakat sipil (Chandhoke, 2005). Adam Ferguson dan beberapa pemikir lainnya di Skotlandia mulai memisahkan antara fenomena masyarakat sipil dan negara (Hikam, 1996: 2). Masyarakat sipil dinilai merupakan fenomena munculnya kemandirian masyarakat yang berseberangan dengan negara dalam arti kritis terhadap struktur dan kebijakan negara.22.03.2016.fidhin



Saturday, November 23, 2013

Salafi vs modern

            Pondok pesantren adalah salah satu jenis sarana pendidikan yang ada di indonesia. Kelahiran pondok pesantren di tanah air, tidak dapat dipisahkan dari sejarah masuknya Islam ke Indonesia dan Wali Songo. Kehadiran pondok pesantren sampai saat ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi umat Islam. Pada awal berdirinya, pondok pesantren umumnya sangat sederhana. Sistem yang lazim digunakan dalam proses pembelajaran adalah wetonan, sorogan dan bandongan.ketiga sisitem tersebutlah yang digunakan sebagai sistem pendidikan dalam pondok pesantren salaf.
            Pondok pesantren salaf adalah pondok pesantren tradisional yang ada di Indonesia.sistem pendidikan di pesantren ini masih sangat tradisional sehinggah jika dilihat dari kacamata era sekarang, pondok pesantren adalah sarana pendidikan yang sistem pembelajarannya ketinggalan zaman. sehingga menimbulkan pemikiran para orang tua era sekarang yang menganut era globalisasi akan berfikir beberapa kali untuk menempatkan anaknya pada sebuah pesantren.
Maka, sejak 1970-an bersamaan dengan program modernisasi pondok pesantren, mulai membuka diri untuk mempelajari pelajaran umum. Pada mulanya, tujuan utama pondok pesantren adalah menyiapkan santri untuk mendalami ilmu pengetahuan agama (tafaqqul fi al-din). Dalam perkembangan berikutnya, sebuah pesantren disebut salaf selagi terdapat sistem pendidikan di atas (tradisional dan klasikal) walaupun dikombinasikan dengan pendidikan formal (MI, MTS, MA, dst) yang mengikuti kurikulum Kemdikbud atau Kemenag. Seperti Pondok Pesantre Al-Khoirot ,malang.maka di sini sistem yang dianut oleh pesantren adalah sistem salafi juga sisitem modern.
Tuntutan globalisasi tidak mungkin dihindari. Salah satu langkah yang bijak adalah mempersiapkan pesantren tidak “ketinggalan kereta” agar tidak kalah dalam persaingan. tuntutan modernisasi dan globalisasi mengharuskan ulama memiliki kemampuan lebih, kapasitas intelektual yang memadai, wawasan, akses pengetahuan dan informasi yang cukup serta responsif terhadap perkembangan dan perubahan. Juga sarana yang memadai bahkan secanggih mungkin bisa dimiliki oleh  pesantren tersebut. maka di sinilah bukti bahwa pesantren telah mengalami modernisasi.
Pondok pesantren mendatang adalah pondok pesantren yang telah menentukan pilihan formatnya pada keilmuan alam.hal ini dicermati dari karakteristk umat islam serta lecenderungan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa yang akan datang. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Christoper j. Lucas, “pesantren menyimpan kekuatan yang sangat luar biasa untuk menciptakan keseluruhan aspek lingkungan hidup dan dapat memberi informasi yang berharga dalam mempersiapkan kebutuhan yang inti untuk menghadapi masa depan.’’disinilah nantinya akan lenyap kekhawatiran para orang tua yang menghawatirkan akan perkembangan pengetahuan anaknya terhadap zaman menjadi kelegaan,karena anak mereka yang tinggal di pesantren kini tidak hanya akan menguasai ilmu-ilmu agama tapi juga ilmu-ilmu umum.


Wednesday, November 20, 2013

TUHAN YANG ASLI HANYA SATU

Mengenali dan memahami arti sebuah sejarah untuk memperbaiki dan mengerti masalah penyelewengan-penyelewengan yang membuat kita terpengaruh dalam suatu permaalahan sebuah keyakinan atau tauhid.
Membahas tentang sebuah tauhid, akan lebih konkretnya,saya menerangkan dulu tentang arti sebuah tauhid dan pembagian tauhid dalam segi agama.
Tauhid dalam segi agama adalah sebuah keyakinan, yang tidak lain keyakinan tentang keESAan Allah yang meyakini bahwasannya Allah itu satu, ESA, semua agama meyakini itu.
Dalam agama nasrani menyatakan tuhan anak dan tuhan bapa, yang dimaksut tuhan bapa disini adalah Allah, disini menyimpulkan bahwa mereka meyakini akan keESAan Allah, bukan yesus yang mereka sembah tetapi tuhan bapa lah atau Allah yang mereka sembah.
Agama islam telah meyakini keESAan Allah “Qul huwallahu ahad” .. “katakan wahai muhammad bahwa Allah itu satu”. Ayat ini menerangkan bahwa Allah tuhan mereka itu satu dan mereka mempecayai bahwa tuhan mereka Allah satu.
Terus apa bedanya kedua agama ini. . .?
Agama islam menerangkan bahwa tauhid itu terbagi menjadi 3 bentuk tauhid, tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah dan tauhid ubudiyah.
Untuk membedakan perbedaan keyakinan keduan agama diatas, kita perlu memahami tentang tauhid uluhiyah dan tauhid rububiyah.
Keterangan yang paling konkret untuk kedua tauhid yang akan membedakan keyakinan antara agama islam dengan nasrani.
Tauhid rubbubiyah yaitu keyakinan yang meyakini keESAan tuhan dengan sebuah keyakinan, dalam ruang lingkup hanya meyakini keberadaanNYA, sperti meyakini akan keESAan Allah dengan mengembahNYA tapi tidak dengan aQidah dan syaria’atNYA, dalam artian tidak menjalankan perintah dan menjauhi laranganNYA.
Tauhid uluhiyah yaitu suatu keyakinan yang meyakini keESAan Allah dengan menjalankan syari’at dan akidah yang dibawakan dan diwahyukan kepada baginda besar muhammad SAW, seperti menjalankan sholat,puasa,zakat,ibadah haji maupun syari’at dan akidah yang lain.
Islam adalah agama yang dibawa oleh RASULLULLAH dan RASULULLAH sendiri adalah “khotamul anbiya’ “ atau nabi terakhir dalam sejarah islam.
Pertanyaannya adalah agama apa yang dianut sebelum dicetuskannya agama islam oleh RASULULLAH, padahal dalam sejarah islam ada para anbiya’ yang lain sebelum RASULULLAH . . .?
Ini bentuk salah satu contoh bahwa sebelum dicetuskannya agama islam, mereka (kaum sebelum zaman ROSULULLAH) mempercayai akan keESAan Allah, salah satu contoh yang paling konkret adalah kakek ROSULULLAH yang belum mengetahui ajaran islam, bisa-bisanya menamai putra beliau dengan nama “ABDULLAH”(hamba Allah)  yakni nama ayahanda ROSULULLAH.
Jadi kesimpulannya adalah agama nasrani juga meyakini keESAan Allah dan meyakini tuhan mereka adalah Allah tetapi tidak melakukan syari’at dan akidah yang diperintahkan olehNYA, sedangkan agama islam adalah agama yang menyempurnakan agama yang lain, yang mempercayai keESAan Allah dan melakukan perintahNYA untuk menjalankan syari’at dan akidah yang diwahyukan oleh RASULULLAH seperti sholat,zakat,puasa,ibadah haji dan yang lainnya.
Dalam Al-qur’an ayat terakhir turun sudah sangat jelas, firman Allah yang berbunyi “inni akmaltukum dinnakum” yang artinya sesungguhnya saya(Allah) telah menyempurnakan agama kalian.


Tuesday, November 12, 2013

Langit indonesia merah di matanya

            Langit merah yang kulihat pertama kali saat aku dan kau keluar dari mobil patroli. Bau menyengat yang sangat kuat kutemukan di udara sekelilingku. Bau asap, bau keringat, dan bau darah. Begitu menyengat menjadi bumbu-bumbu udara.
            Komandan sudah memutuskan bahwa aku dan kau adlah patner. Selama kau bernafas, selama itulah kita akan bejuang bersama. Sudah menjadi kaulku bahwa nafasmu adalah nafasku. Semangatmu adalah semangatku.kita...
“menyebar”
Seru komandan. Pada saat itu semua berpencar. Menyebar. Hingga menjadi lebur dengan warna merah di udara. Melebur. Hingga menjadi lenyap dengan puing-puing yang berserakan, berhamburan, dan berjatuhan. Satu persatu semua menghilang dari jangkauan. Kita ke sayap kiri, tempat dimana api menyatu dengan gumpalan asap yang membumbung tinggi. Memang menyeramkan tapi kita tak gentar.
            Kau berlari bersama beberapa temanmu, memimpin sayap ini yang hanya ada tiga jasad bernyawa. Semakin melebur ke dalam, semakin menuengat bau anyir dan sangit. Suara jeritan-jeritan juga tangisan-tangisan. Begitu piluh namun tak ada kata rapuh.
“awas ada bom susulan”
Teriakmu tanpa berhenti berlari.
Aku melihat beberpa orangmu berpencar. Menyebar. Kau lurus ke depan, satu ke kiri, satu ke kanan, satu lagi ke barat daya.
Aku juga mendengar suara orang-oran yang berteriak ketakutan. Namun hanya sejenak. Kemudian semua menjadi diam. Bungkam. Sebentar dan untuk selamanya.
Seketika suasana menjadi tenang. Legang. Begitu sunyi hingga kau merasa khawatir. Tapi sekeliling hanya ada asap yang semakin menyesak. Kau menutup hidung namun matamu semakin awas
Kau menanti
Seperti singa yang tengah mengincar mangsanya
Menunggu sampai tiba saatnya
Taring kau siapkan, tak kalah dengan kkuh yang kau asah. Ada pergerakan di balik gumpalan hitam. Seperti bayangan yang menghilang.”kriek” terdengar seperti suara puing rapuh yang terinjak. Kau dan aku waspada.
Kau siapkan senjatamu begitu juga dengan aku.
Akhirnya kita sepakat. Sekaranglah saatnya...
Musuh di depan mata. Mangsa yang mencoba memberontak. Tapi dia terlambat satu langkah dari kita. Ia gugup atau mungkin kaget, itulah yang membuat musuh sulit mengalahkan kita dua lawan satu. Akhirnyamusuh tumbang.
Kita maju ke barisan depan.
            Kau bertemu dengan teman-temanmu di sana. Orang pribumi. Pejuang tanpa senjata. Mereka dengan tangan hampa namun tak satupun mau menyerah. Kita melebur dengan mereka. Merapatkan barisan dengan shaf mereka. Mereka tahu siapa kita. Salah satu dari mengangguk ke arah kita. Ucapan selamat datang. Bergabung. Aku lihat beberapa orang bersembunyi diam, beberapa lagi merapalkan do’a, dan beberapa lagi bergerak mengendap-endap.
Pertarungan di mulai.
Lemparan batu dibalas dengan peluru. Raungan pita suara di saingi dengan raungan granat. Mereka biadap. Pertarungan tak imbang. Namun teman-temanmu tak putus asa. Satu dua kalian tumbang. Tapi kalian tetap menantang lawan. Bertahan, dengan menahan peluru merobek tubuh.
Sebentar lagi...
Malam aka menetralisir suasana ini. Genjatan senjata sementara.
Hanya beberapa gelintir nyawa yang masih sanggup menyambut malam berkabut. Menikmati kesunyiannya. Suasana menjadi tenang. Serempak beberapa orang mencari tempat persembunyian. Mungkin untuk istirahat atau mingkin mengatur siasat. Siapa yang tahu, semua sudah menjadi kodrat. Kau dan aku kembali menyisir daerah sekitar. Menyapa bebrapa temanmu yang selamat dan melapor pada komandan.
            Ternyata malam begitu tenang di balik suasana yang emncengkam. Kita sedikit lega, setidaknya malam ini aman tanpa ada suara bising.
Kita kembali berjalan...
Ada suara berisik dari balik puing bangunan yang masih utuh. Aku dan kau mulai waspada. Puingitu tidak begitu jauh, jadi kita mulai mendekatinya. Anehnya ada suara namun tak ada tanda-tanda pergerakan.
Kita tetap melangkah maju
Dan itu dia
Sebuah jasad mungil yang merengkuh di sudut bangunan itu. Meringkuk, memeluk lutut hingga wajahnya tenggela dalam tubuhnya. Hanya segelintir jasad yang masih bernyawa. Begitu mungil. Kau mulai mendekatinya...
Ternyata ia seorang gadis kecil.ia menatapmu atau mungkinmenatap kita berdua.
            Aku dapat melihat malam di matanya. Begitu bening dan dalam. Gelap dan bersinar. Namun lembap, seperti mutiara di dalam lumpur. Begitu di sayangkan, mata itu di kelilingi bekas air mata yang masih basah.
Ya tuhan...
Tatapan itu begitu dalam. Seakan ingin merobekmu,menuduhmu...
Gadis itu hanya sejenak menatapmu, namun sudah cukup untuk mengirimkan sinyal itu kepadamu. Perasaan itu...
Sebuah kekalutan...
Kehilangan...
Kesendirian...
Luka dalam yang sangat menyakitkan.
Sejenak kau tertegun. Seakan dapat merasakan sakit itu. Kau memang merasakannya, aku saja yang memiliki rasa.
Gadis itu menerobosmu, ia berlari tanpa menatapmu lagi. Seakan takut akan ada yang membunuhnya. Ia berlari dan ketakutan.
“hei tunggu”
Teriakmu saat ingin menghentikan gadis itu. Kemana ank itu? Batinmu. Ia berkeliaran malam hari sedang keadaan gelap dan mungkin tidak aman. Kau menghawatirkannya.
            Kau bermaksud mengejarnya, mengikuti jejak di atas abu dan suara angin yang menderu. Malam semakin dalam dan dingin mulai menusuk tulang. Tapi kau belum menemukannya.Suasana begitu hening dan gelap. Hanya ada penerangan dari cahaya rembulan yang dermawan. Kau kesulitan mencarinya.
Hingga kau menyerah. Pasrah...
Pagi sudah hampir tiba dan kau harus bersiap untuk mengangkat senjata.”dimana gadis itu?” lirihmu menutup malam itu.

            Ternyata pagi datang dengat cepat. Bahkan sholat shubuh pun kau kerjakan dengan tergesah-gesah. Berjama’ah dengan segelintir nyawa yang tersisah. Hanya tersisa satu orangmu dan pagi ini kau juga kehilangan kontak dengan komandanmu.
Kau mulai sendiri...
Menjelang dhuhah kau masih bergelut dengan siang yang mulai terik. Logam berjatuhan, gemerisik di atas pasir reruntuhan. Suara jeritan sudah menjadi lagu langganan. Suara anak kehilangan ayah atau ibu, suara istri kehilangan suami atau sebaliknya, suara tubuh yang tergores peluruh. Suara kematian. Suara penjajahan.
Kau mulai lemah, karena akupun juga melemah. Tapi kau bisikan ditelingaku “kita harus kuat”. Hingga akumenghafal kata-kata itu dengan otakku yang dangkal. Namun...
Tuhan memberikan pertolongan. Sebuah transfer semangat perjuangan. Kau melihat gadis itu. Duduk diam bersembunyi. Ia menatapmu dengan mata yang ternyata sangat indah. Mata seseorang yang ingin di lindungi.
            Kau kembali mengajakku maju. Dengan semangat baru, tak peduli berapa banyak peluru menembus tubuh. Kau sudah bertekad untuk melingi gadis itu. Negeri itu.
Kau berteriak lengking”maju” dengan suara yang mengganjal tenggorokan. menyakitkan sebenarnya, tapi kau tak ingin merasakannya.
“Tuhan bersama kita”
Sorak beberapa pribumi yang tak gentar mati.
Kembali memberimu semangat. Suara-suara itu,teriakan-teriakan itu, juga jeritan-jeritan itu. Semua ibarat imunisil yang menyuntikmu dengan berjuta semangat dan kekuatan. Tak ada lagi rasa sakit, yang ada hanya semangat agar bumi indonesia tidak raib. Hidup atau mati sudah tak penting lagi. Seluruh nafas, seluruh hidup hanya untuk berjuang dan berjuang...
Demi orang-orang ini
Demi dhuhah yang menjadi saksi
Demi gadis kecil yang bersembunyi
Demi keluarga pertiwi
Bemi rasa cinta, rasa bangga
Demi nusantara
Demi indonesia
Kau tetap melangkah dengan tubuhberdarah, wajah mengelupas tersobek senjata. Tapi tak ada rasa sakit. Semua rasa itu telah raib.

            Kau melihat beberapa musuh mendekati tempat persembunyian gadis itu. Kau tak rela. Kau berlari menghalangi mereka. Aku tahu gadis itu ketakutan.kulihat mata tajamnya berair dan bergetar. Mata bening yang kini sedikit redup oleh pemandangan siang.
Aku melihat reruntuhan bangunan di matanya, puing-puing berjatuhan, satu persatu nyawa tumbang, juga langit indonesia yang menghitam, semua kulihat di matanya.
Kau sekarang sendiri, karena aku sudah terlebih dulu undur diri. Aku tamat. Aku abis. Tapi aku masih melihat, kau tetap menggandengku. Melawan mereka dengan tubuhku yang tak bernyawa. Jasad yang sejak awal tak ingin bernafas. Hanya menjadi sebongkah benda,tapi kau mempercayai aku sebagai patnermu...
Aku berterima kasih, juga meminta maaf..
Kaupun akhirnya melihat gadis itu yang menangis ketakutan. Musu semakin beringas. Kau kini menahan kesakitan.
Mengapa sakit itu harus datang?. Batinmu. Aku tahu kau sudah semakin lemah, sudah hampir tumbang. Tapi semangatmu tak padam.
Kau pejuang
Hidup mati untuk perang
Untuk kedamaian dan ketenangan
Untuk kebebasan dan kemerdekaan
Untuk indonesia...
Ternyata tuhan mengabulka do’a kita. Kau berhasil menumbangkan meeka meki kau sendiri harus tumbang.
            Sekaranglah rasa sakit itu sirna. Hilang. Melayang dalam ketenangan. Ku lihat gadis itu menangis. Andai saja aku punya air mata mungkin aku juga akan menitikkannya. Tapi apa daya, aku hanyalah sebuah benda. Sebuah pistol          . yang sekarang sudah tak berguna lagi tanpa kau sang tuannya...
Tapi aku bangga. Sampai titik darah penghabisan kita berjuang. Meskipun kita tidak bisa lagi melihat langit siang, beningnya langit malam, juga api yang hampir padam. Setidaknya aku bisa melihat gadis itu mendekati jasadmu yang tergeletak tak jauh darinya.
Aku masih bisa mendengar tangisannya, jeritannya, yang pertama kali sejak kita bertemu dengannya tadi malam. Andai kau masih bisa mendegarnya...
“bangun pejuang, bangun...ayo bangun pahlawan...indonesia membutuhkanmu”
Tapi kau tetap tak membuka matamu. Tangisannya mengiringi kepergianmu.
            Dan aku juga melihat betapa langit indonesia merah di matanya.
            Langit indonesia yang merah, menghantarmu melayang ke angkasa. Dengan setumpuk harap dan do’a. Kau yakin tuhan maha pemurah akan mengabulkannya bahwa indonesia pasti merdeka...
Selamat jalan pahlawan...